Kanker Bukan Di Luar Kemampuan Kita

Oleh:   Hafizh Irfanudin Hafizh Irfanudin   |   8/03/2015 02:02:00 pm
Saat ini penyakit kanker masih menjadi permasalahan yang serius di seluruh dunia, baik di negara-negara yang sudah maju, terlebih lagi pada negara-negara yang masih berkembang. Menurut data terakhir yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2004, penyakit kanker menduduki urutan pertama sebagai penyebab kematian dengan jumlah kematian mencapai 7,4 juta jiwa atau 13% dari total kematian.

Dari jumlah tersebut, dua pertiga penyakit ini terjadi di Negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia.Diantara jumlah kematian tersebut kanker paru, lambung, hati, kanker kolon, dan kanker payudara menduduki urutan teratas. Jika dilihat dari jenis kelamin pada pria jenis kanker yang frekuensinya paling tinggi adalah kanker paru-paru, hati, colorectal, esofagus, dan prostat, sedangkan pada wanita kanker payudara, paru-paru, lambung, colorectal dan kanker serviks.

Berdasarkan penelitian, sebenarnya 30% dari kematian yang disebabkan oleh penyakit ini bisa dicegah dengan melakukan pengobatan dan perawatan yang tepat.

Berdasarkan penelitian, sebenarnya 30% dari kematian yang disebabkan oleh penyakit ini bisa dicegah dengan melakukan pengobatan dan perawatan yang tepat. Jumlah penderita kanker diperkirakan akan terus meningkat dari tahun ke tahun dengan perkiraan jumlah mencapai 12 juta jiwa pada tahun 2030. WHO juga menyebutkan setiap tahun ada 6,25 juta orang baru yang yang menderita kanker.

Dari data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah populasi yang menderita kanker sekitar 6 persen dari total penduduk. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 prevalensi kanker di Indonesia yaitu 1,4 per 1.000 penduduk. Dari riset juga diketahui bahwa kanker menduduki urutan ketujuh sebagai penyebab kematian akibat penyakit di Indonesia setelah stroke, tuberculosis, hipertensi, cidera, perinatal, dan diabetes mellitus.

Banyak dampak yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Dampak pertama tentu karena jumlah kematian yang ditimbulkannya sangat tinggi. Kedua, biaya yang dikeluarkan untuk proses pengobatannya juga tidak sedikit. Berkenaan dengan obat kita ketahui bahwa lebih dari 90 dari bahan baku obat Indonesia masih harus diimpor dari negara lain, dan ini tentu saja membuat harga obat menjadi sangat mahal.

Proses pengobatan kanker sendiri memakan waktu yang tidak sebentar. Biasanya terdiri dari beberapa siklus yang harus dilalui oleh pasien. Di sini akan timbul lagi masalah tentang kepatuhan pasien dalam mengikuti proses terapi. Keberhasilan proses penyembuhan sangat ditunjang oleh :

1. Seberapa cepat penyakit ini terdeteksi.

Semakin cepat kanker terdeteksi (tahap awal) semakin tinggi tingkat keberhasilan untuk mencapai kesembuhan. Proses perkembangannya kanker dibagi dalam empat tahap/ fase. Fase I adalah fase dimana kanker masih terlokalisasi pada satu bagian tubuh, misalnya pada satu titik di payudara, paru, dan lain-lain. Pada fase II kanker sudah mulai berkembang pada bagian tubuh tersebut menjadi lebih luas. Fase III perkembangannya lebih hebat lagi.

Fase II dan III proses perkembangannya masih di satu organ tubuh. Fase IV merupakan fase yang sangat ditakuti dimana kanker sudah menyebar atau dalam istilah kesehatan mengalami metastase ke organ-oragan tubuh lainnya. Pada fase terakhir ini proses kesembuhan menjadi sangat sulit. Biasanya upaya pengobatan ditujukan untuk mengurangi tingkat kesakitan saja atau meningkatkan kualitas hidup pasien. Banyak pasien yang datang ke rumah sakit sudah memasuki tahap akhir dari penyakit ini.

2. Sejauh mana kepatuhan pasien dalam menjalani proses terapi atau pengobatan.

Kepatuhan disini meliputi ketaatan untuk mengikuti jadwal terapi yang biasanya sudah ditetapkan sesuai dengan protokol pengobatan yang dipilih. Protokol pengobatan ini biasanya terdiri dari beberapa siklus misalnya lima siklus. Jarak antara satu siklus dengan siklus berikutnya juga tergantung dari protokol yang dipilih. Ada yang berjarak 1 bulan dan sebagainya.

Hendaknya siklus pengobatan ini diikuti sampai tuntas jangan terputus. Sel-sel kanker adalah sel yang sangat cepat mengalami perkembangan jauh melebihi sel-sel tubuh yang normal. Jika proses pengobatannya tidak tuntas, sel-sel tersebut bisa berkembang lagi menjadi lebih banyak.

Kanker berkembang dari satu sel tunggal yang terjadi sebagai akibat dari interaksi antara faktor genetik seseorang dengan tiga faktor eksternal yang bisa dikategorikan sebagai berikut : karsinogen fisik (radiasi ultraviolet dan proses ionisasi), karsinogen kimia (asbestos, komponen asap rokok, aflatoksin yang ada di makanan, arsen yang merupakan kontaminan air), karsinogen biologi (infeksi virus, bakteri dan parasit).

Karsinogen adalah istilah yang digunakan terhadap zat atau bahan yang berpotensi menimbulkan kanker.Menurut studi yang dilakukan oleh international cancer collaboratories, lebih dari 30 % kasus kanker yang terjadi saat ini dapat dicegah dengan memodifikasi atau menghindari faktor-faktor resikonya. Faktor-faktor resiko tersebut adalah:
  1. Konsumsi rokok
  2. Obesitas
  3. Kurangnya konsumsi sayuran dan buah-buahan
  4. Kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga
  5. Konsumsi alcohol
  6. Hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi HPV (Human Pappiloma Virus)
  7. Polusi udara serta asap akibat pemakaian bahan bakar padat di rumah tangga
Selain menghindari faktor-faktor resiko tersebut di atas, langkah pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah vaksinasi terhadap virus HPV dan hepatitis B, mengurangi pemaparan terhadap sinar matahari dan yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan deteksi dini terhadap kanker.

Menurut laporan World Cancer 2014 International Agency for Research on Cancer (IARC) di WHO, pada 2012 ada sekitar 14 juta kasus baru kanker terjadi. Yang paling umum adalah 13 persen kanker paru, 11,9 persen payudara, dan 9 persen tumor usus. Kanker paru-paru merupakan penyebab yang paling umum dari kematian dengan perkiraan 8,2 juta kematian.

Dari angka-angka itu menunjukkan, strategi pencegahan yang harus dilakukan dengan pengobatan yang efektif dan terjangkau demi menyelamatkan kehidupan di seluruh dunia.Menurut IARC, sekitar 70 persen kematian kanker terjadi di Afrika, Asia, Amerika Tengah dan Selatan. Komitmen kepada pencegahan dan deteksi dini sangat dibutuhkan untuk perawatan yang lebih baik dan mengatasi kenaikan kanker yang mengkhawatirkan,

Badan itu menyerukan kampanye skrining serta vaksinasi untuk membantu menghentikan kanker yang berhubungan dengan infeksi seperti tumor serviks dan hati, di samping mendorong perubahan gaya hidup seperti berhenti merokok dan banyak berolahraga. Untuk capaian deteksi dini kanker rahim dan payudara di seluruh provinsi di Indonesia tahun 2007-2013 menurut data Subdit kanker 20 januari 2014, telah dilakukan sebanyak 36.761.000 perempuan usia 30 sampai 50 tahun.

Target deteksi dini ini sebenarnya belum tercapai karena untuk deteksi dini saja baru ada 644.951 atau 1,75 persen wanita (targetnya 80 persen). Hari kanker sedunia berdasarkan kalender WHO dirayakan setiap tanggal 4 Februari. Dalam Hari Kanker Sedunia tahun 2015 Kementerian Kesehatan mengangkat tema “Kanker Bukan Diluar Kemampuan Kita”.

Tema ini untuk membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat bahwa kanker saat ini bukanlah sesuatu yang di luar kemampuan kita. Ada hal yang dapat kita lakukan untuk dapat terhindar dan bersahabat dengan kanker yaitu:
  1. Hidup sehat untuk hindari kanker
  2. Lakukan deteksi dini
  3. Pengobatan/tatalaksana untuk semua pasien kanker
  4. Meningkatkan kualitas hidup
Hal ini didasari bahwa mengetahui betapa besar dampak yang ditimbulkan oleh penyakit kanker, langkah terbaik yang harus dilakukan adalah bagaimana kita dapat terhidar dari penyakit tersebut melalui hidup sehat dan melakukan deteksi dini. Dengan menghindari faktor-faktor yang bisa memicu kanker, kemungkinan terserang oleh penyakit ini bisa diperkecil. Jika sudah mengidap kanker, pengobatan dan tatalaksana yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup penderita.

Kenali kanker dari gejalanya

Tampilkan Komentar

Latest Reviews