Kanker Adrenal

Oleh:   Hafizh Irfanudin Hafizh Irfanudin   |   2/21/2015 08:56:00 pm
Kanker adrenal merupakan kondisi tumor ganas yang terdapat pada kelenjar adrenal, yang dibagi menjadi sub-kortikal adrenal adenoma, kanker adrenal kortikal dan tumor medula adrenal.

Kelenjar adrenal adalah organ endokrin yang sangat penting, posisinya sangat berdekatan dengan ginjal. Meskipun kelenjar adrenal itu sendiri sangat kecil, tetapi pertumbuhan tumornya sangat bervariasi, pada umumnya tumor yang diameternya kurang dari 3 cm dikategorikan sebagai tumor kecil, yang paling kecil berkisar kurang dari 1 cm, hingga 10 ~ 30 mm.

Bentuk tumornya, seperti kacang-kacangan, buah persik dan plum, apel, melon, dan mirip bentul bantal. Kasus kanker adrenal mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, pada waktu kanker adrenal memasuki stadium akhir, maka akan cenderung lebih sulit untuk diobati.

Pada adenokarsinoma yang kecil terdapat selaput yang sering metastasis ke kelenjar getah bening atau metastasis hematogen ke aorta paru-paru, hati, dll. Tumor medula adrenal, medulla adrenalnya berasal dari pusat saraf. Sel asal mulanya berasal dari sel saraf perasa utama. yang kemudian berdiferensiasi menjadi sel ganglion dan sel chromaffin yang dapat membentuk neuroblastoma, ganglioneuroma dan pheochromocytoma.

Faktor Penyebab Kanker Adrenal


Saat ini, faktor-faktor penyebab kanker adrenal yang tepat masih tidak begitu jelas, tetapi faktor lainnya yang juga reevan antara lainnya sebagai berikut :
  1. TBC pada jaringan adrenal : setelah tuberkulosis atau TBC pada adrenal terkendali dengan baik, maka disfungsi adrenal kronis yang disebabkan oleh penyakit akan berkurang.
  2. Gangguan autoimun : penyakit autoimun mendadak yang disebabkan oleh atrofi korteks adrenal ini dianggap penyebab kanker yang paling umum.
  3. Tumor ganas di bagian tubuh lainnya yang mengalami metastasis pada kelenjar adrenal : persentasinya kanker adrenal 26% -50%, kanker pencernaan, kanker paru, kanker payudara, kanker tiroid, melanoma, dll.
Perubahan pada fungsi endokrin dapat disebabkan oleh tumor ataupun korteks adrenal. Perubahan tersebut dapat mengacak system metabolisme atau bahkan menjadi sebuah tumor yang baru, apabila tidak mengacak system metabolisme maka dapat dikategorikan sebagai sebuah kelainan non-tumor.

Aldosteron terutama disebabkan oleh kortikal adenoma. Kategori pertama antara lain tekanan darah tinggi. Kategori kedua antara lain kelemahan otot atau kelumpuhan, paresthesia. Kategori ketiga adalah gejala poliuria, nokturia, dan minum air yang lebih banyak.

Kortisol penyakit yang disebabkan oleh hiperplasia adrenal atau tumor gejalanya antara lain wajah yang berbentuk sangat bulat (moon face), bagian tubuh atas yang menggemuk (buffalo hump), obesitas sentral, tangan dan kaki tetap kurus, kelelahan, lemas, pegal linu, nyeri pinggang, hipertensi, hirsutisme, rambut rontok, jerawat, disfungsi seksual, tidak menstruasi (amenorea) atau menstruasi yang semakin berkurang.

Gangguan gonad disebabkan oleh tumor adrenokortikal, dibagi menjadi alat kelamin yang membesar bahkan sebelum waktunya, pada wanita terjadi pseudohermafroditisme dan juga wanita menjadi semakin maskulin.

Perubahan sel pheochromocytoma gejala utamanya antara lain tekanan darah tinggi (hipertensi) dan metabolisme yang berantakan. Pada waktu paroxysmal kambuh akan diiringi dengan jantung yang sering mendadak berdebar-debar, sesak napas, sakit kepala, berkeringat, gugup, kaki tangan yang dingin dan gemetaran.

Gejala Kanker Adrenal


Gejala kanker tergantung pada jenis tumor yaitu apakah suatu tumor fungsional atau non-fungsional. Tumor fungsional menyebabkan produksi berlebih dari hormon adrenalin, sedangkan tumor non-fungsional tidak menghasilkan hormon.

Jadi, gejala yang dihasilkan oleh tumor kanker fungsional berhubungan dengan kelainan yang disebabkan oleh kelebihan produksi hormon.

Kelebihan produksi kortisol, misalnya, dapat berkembang menjadi sindrom Cushing, yang ditandai dengan intoleransi terhadap glukosa, obesitas, tekanan darah tinggi, pertumbuhan rambut yang berlebihan, osteoporosis, batu ginjal, dan ketidakteraturan menstruasi pada wanita.

Kelebihan produksi hormon wanita dapat menyebabkan pubertas dini dan perdarahan vagina pada wanita yang telah mencapai menopause.

Di sisi lain, jika tumor menyebabkan sekresi berlebihan dari hormon pria atau androgen pada wanita, maka dapat memicu perkembangan sifat-sifat laki-laki seperti pertumbuhan berlebih rambut tubuh dan suara yang menjadi berat.

Demikian pula, kelebihan produksi estrogen pada laki-laki akan menimbulkan pengembangan sifat-sifat wanita seperti pembesaran payudara pada pria. Tumor non-fungsional tidak menunjukkan gejala ini. Namun gejala lain bisa muncul seperti rasa sakit di perut dan panggul.

Beberapa gejala lainnya termasuk demam, berat badan yang naik dan turun, munculnya jerawat berlebihan, tekanan darah tinggi, dll

Jenis Kanker Adrenal


Kanker adrenal biasanya merupakan kanker sepihak, dikarenakan memiliki selaput tipis, sehingga berdampak pada penekanan jaringan di sekitarnya. Kanker adrenal umumnya jarang ditemui, apakah jaringan adrenal normalnya rusak, dan biasanya juga terjadi kerusakan pada jaringan sekitarnya, atau bahkan sepasang sisi ginjal.

Berikut ini adalah jenis-jenis kanker kelenjar adrenal:

1. Adrenocortical carsinoma


Ini adalah jenis paling umum kanker adrenal yang berkembang di wilayah korteks kelenjar adrenal. Kanker ini terutama ditemukan pada orang dewasa, sebagian besar pada usia 40-an.

2. Pheochromocytoma


Ini merupakan penyakit langka yang dimulai di medula adrenal, terutama dalam sel-sel yang menghasilkan epinefrin dan norepinefrin. Kanker ini terutama ditemukan pada orang dewasa di usia 30-an hingga 40-an tahun.

3. Neuroblastoma


Kanker ini berkembang di daerah medula kelenjar adrenal, terutama dalam sel-sel saraf yang belum berkembang. Neuroblastoma umum terjadi pada anak-anak dan bayi dengan gejala sakit perut dan tulang.

Cara Diagnosa Kanker Adrenal


Kanker adrenal adalah tumor ganas di kelenjar adrenal, akan membawa bahaya serius pada pasien. Diagnosis yang pasti dapat membantu pasien memilih pengobatan yang tepat, maka bagaimana cara diagnosis yang tepat untuk kanker adrenal?
  1. Pemeriksaan darah dan urin, dapat terlihat perbedaan antara adenoma fungsional dan nonfungsional.
  2. CT scan : selangkah lebh detail untuk diagnosis penyakit penyakit adrenal.
  3. Pemeriksaan MRI : pemeriksaan sel pheochromocytoma adrenal yang tepat dan berarti.
  4. USG : pemeriksaan USG merupakan pilihan pertama pemeriksaan untuk penyakit adrenal.
Pemeriksaan ultrasonik B adalah skrining pemeriksaan pilihan pertama untuk tumor adrenal. memiliki nilai tertentu dalam mengetahui situs kanker, ukuran dan hubungan dengan jaringan sekitarnya. Ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou mengingatkan bahwa setelah gejala fisik muncul, harus pergi ke rumah sakit untuk diagnosis dan pengobatan.

CT-scan mendiagnosis ukuran tumor adrenal dan volume tumor, apakah kepadatan massa lemak yang kaya dan perirenal dekat dengan faktor lemak dan unsur lainnya.
  1. Adrenal karsinoma kortikal: jarang ditemui, sering terjadi pada wanita berusia 30-60. CT menunjukkn: diameter lobulated tumor> 5cm, kontur tidak teratur, tepi blur, dan sekitarnya organ adhesi, seperti kepadatan atau low-density, low-density nekrosis sentral pencairan lebih, beberapa pasien pusat lesi tersebar di seluruh atau lebih tinggi density kalsifikasi; mungkin memiliki transfer jaringan yang berdekatan.
  2. Metastatik karsinoma adrenal: kanker primer yang paling umum adalah kanker paru-paru dan kanker payudara, diikuti oleh perut, usus besar, pankreas, sering tanpa gejala. CT menunjukkan: ukuran bilateral atau unilateral tidak sama, blok bayangan tidak teratur, kepadatan tidak merata, mudah degenerasi kistik, perdarahan, biasanya melakukan CT disebabkan oleh alasan lain lalu menemukan adanya kanker.
  3. Adrenal neuroblastoma: jarang, terjadi pada lebih dari setengah dari medula adrenal, merupakan tumor yang sangat ganas. CT menunjukkan: massa padat tidak teratur, nilai CT lebih rendah dari jaringan otot, nekrosis tumor concurrency, Ketika kistik dan hemorrhagic pendarahan, kepadatan tidak merata; tumor sering dilapisi, tumor yang lebih besar dapat tumbuh di garis tengah, dan mudah memakai lapisan dan menyerang jaringan sekitarnya
Pemeriksaan MRI adalah pemeriksaan ini sangat berarti untuk diagnosis diferensial adrenal pheochromocytoma. MRI dapat memberikan karakteristik organisasi yang tidak dapat terlihat dengan CT.

Tes fungsi adrenal meliputi: plasma epinefrin dan norepinefrin, katekolamin urin, aldosteron plasma, kortisol plasma

Modern Cancer Hospital Guangzhou mengingatkan anda, lakukanlah pemeriksaan secara teratur di rumah sakit, dapat membantu penderita untuk mendiagnosa secara dini dan pengobatan tepat waktu, sehingga dapat dengan ampuh mengontrol kanker adrenal.

Perawatan dan Pengobatan Kanker Adrenal


Adrenal adalah organ endokrin yang cukup penting dalam tubuh, terdiri dari puluhan jenis hormon, yang melalui sirkulasi darah disalurkan ke jaringan organ tubuh manusia, dan berperan dalam fisiologis. Namun, karena letak adrenal yang tersembunyi, pengobatannya pun menjadi lebih rumit.

Metode Tradisional Dalam Pengobatan Kanker Adrenal


Metode tradisional kanker adrenal meliputi operasi, kemoterapi dan radioterapi. Seiring dengan berkembangnya teknologi, ditemukanlah metode pengobatan yang lebih mendapat sambutan dan kepercayaan pasien.

1. Operasi


Operasi menjadi metode utama dalam pengobatan kanker adrenal. Bagi pasien yang tidak mengalami metastasis jauh, efek dari pembuangan tumor primer baik, kelenjar getah bening yang letaknya berdekatan juga harus dibuang, dan satu per satu harus menjalani pemeriskaan patologis.

Jika pada pasien yang mengalami metastasis jauh, masih memungkinkan tumor primer untuk dibuang, sedangkan tumor yang menyebarnya harus dibuang, dengan begitu baru akan meningkatkan efek obat-obatan atau efek dari lokal kemo. Dapat dilihat, kanker adrenal pada stadium awal akan menghasilan efek yang baik jika menggunakan metode operasi.

2. Radioterapi


Metode ini cocok digunakan pada kanker adrenal yang mengalami penyebaran ke kelenjar imfa, karena jenis ini lebih sensitif pada sinar radioterapi, dengan menggunakan radioterapi stereotactic dan radioterapi conformal, hasilnya akan lebih baik.

3. Kemoterapi


Kemoterapi digunakan sebagai metode pendukung dalam pengobatan kanker adrenal, walaupun dapat membunuh sel kanker, tetapi juga dapat membunuh sel imun secara bersamaan, selain itu, kemoterapi juga memiliki efek samping, sehingga banyak penderita kanker adrenal yang menolak menggunakan metode ini.

Pengobatan minimal invasif


Untuk penderita kanker adrenal yang tidak bisa menjalani operasi, atau mengalami kekambuhan dan penyebaran setelah operasi, dapat menggunakan metode minimal invasif, misalnya: Cryosurgery, Penanaman Biji Partikel, RFA, dan lain-lain.

Jika dibandingkan dengan metode tradisional, metode minimal invasif ini memiliki kelebihan seperti, bekas luka yang kecil, pemulihan cepat, efek yang cepat terlihat, dan lain-lain, serta semakin banyak menerima pengakuan dari para ahli onkologi.

4. Pengobatan Tradisional China


Pengobatan dilakukan melalui obat-obatan, atau metode tusuk jarum, melalui obat-obatan membunuh sel kanker, mengontrol kestabilan yiin dan yang, memperkuat dan meningkatkan kekebalan tubuh, hingga mencapai efek yang diharapkan. Bagi penderita yang memiliki kondisi tubuh lemah, tidak dapat menjalani radioterapi dan kemoterapi, dengan dikombinasikan dengan obat tradisional China, dapat meningkatkan kekebalan tubuh, dan meningkatkan efek pengobatan.

Ahli dari Modern Cancer Hospital Guangzhou menghimbau, dengan hanya menggunakan 1 jenis metode dalam pengobatan kanker adrenal, sangatlah sulit mencapai efek yang memuaskan, tetapi dengan menggabungkan beberapa teknologi pengobatan, saling menutupi, baru akan menghasilkan efek yang memuaskan.

Bagaimana Cara Perawatan Kanker Adrenal


Bagaimana cara perawatan pada penderita kanker adrenal:
  1. Penderita harus memiliki pemikiran yang optimis, dan membangun rasa percaya diri untuk mengatasi penyakitnya.
  2. Penderita harus memperhatikan pola istirahatnya : Hindari aktivitas fisik yang berat dan luka pada perut, disaat ginjal membesar maka hindari penggunaan ikat pinggang untuk menghindari pecahnya kista. Karena pihak keluarga dari pasien memiliki resiko terkena kanker lebih tinggi maka disarankan agar pihak keluarga dari pasien juga melakukan pemeriksaan USG enam bulan sekali.
  3. Pola makan Penderita : hindari makanan yang diasinkan seperti telur asin, ikan asin (termasuk acar), makanan pedas dan merangsang (termasuk lada, anggur, kepiting, udang, dll), makanan yang terkontaminasi (makanan busuk. sisa makanan, dll), makanan yang dipanggang, dan bagi pasien yang uremia atau bermasalah ginjalnya juga harus memperhatikan asupan kacang-kacangan dan pantangan produk kedelai serta membatasi makanan protein hewani, makanan berminyak, dan sebagainya.
  4. Penderita harus mencegah dan mengobati infeksi secara aktif.
  5. untuk menghindari terjadi kerusakan pada ginjal, pencegahannya hampir sama seperti pencegahan hipertensi.
Demikian informasi seputar pengertian tentang kanker Adrenal, faktor penyebab dan gejala kanker adrenal, jenis kanker adrenal, diagnosa kanker adrenal, perawatan dan pengobatan terhadap penderita kanker adrenal.

Jangan lupa beri KOMENTAR dan klik tombol LIKE atau SHARE jika artikel berikut ini bermanfaat dan layak untuk disebarkan sebagai informasi yang berguna kepada teman anda.

Sumber Informasi: Amazine

Kanker Adrenal

Tampilkan Komentar

Latest Reviews