Kanker Anal

Oleh:   Hafizh Irfanudin Hafizh Irfanudin   |   2/21/2015 08:52:00 pm
Kanker anal adalah tumor ganas yang berasal dari sel dalam anal, paling sering terjadi pada saluran anal atau kulit pada tepi anal. Diantaranya terjadi pada bagian bawah dentate line menjadi kanker sekitar anal, sedangkan sel kanker skuamosa banyak terjadi pada saluran anal dan organ sekitar anal.

Saluran anal dan sekitar jaringan epitel skuamosa ini sering disebabkan oleh iritasi kronis dari anal fistulas,wasir, luka operasi, dan kerusakan kista jangka panjang.

Seberapa tinggi volume patogenesis dan kematian dari kanker anal?

Kanker anal bukanlah kanker yang sering ditemukan, namun dalam skala global setiap tahunnya ada sekitar 30.400 orang di diagnosa kanker anal, dan setiap tahunnya ada 710 orang meninggal karena kanker anal, insiden dan kematian dari adanya kanker anal ini cenderung terus meningkat, sering ditemukan umumnya pada wanita, rasio perbandingan terjangkit adalah 3:2.
Kanker Anal
Apa penyebab timbulnya kanker anal ?

Penyebab patogenesis dari kanker anal sampai sekarang belum jelas, tetapi dari penelitian ada beberapa faktor yang terkait dengan kanker anal seperti HPV (Human Papillomavirus), aktivitas seks, rokok, infeksi virus HIV, perubahan patologis pada anak dan factor lainnya.

Jenis jenis kanker anal ?

Menurut posisi terjadinya patogenesis bisa diklasifikasikan, diantaranya seperti : carcinoma in situ, karsinoma sel skuamosa, adenokarsinoma, basal cell carcinoma dan melanoma maligna.
  1. Carcinoma In Situ : ada beberapa sel tidak normal tampak di beberapa lapisan anal, seperti sel kanker.
  2. Karsinoma sel skuamosa (SCC): tumor berasal dari tepi anal dan sebagian besar dari dalam saluran anal sel skuamosa
  3. Adenokarsinoma : berasal dari mukosa anal dan melepaskan sekresi kelenjar anal, dan bisa juga berasal dari Kelenjar top Pulp (sejenis kelenjar kulit bagian daerah perianal anal)
  4. Basal Cell Carcinoma : terjadi pada kulit perianal atau bagian kulit yang sering tersinar matahari, contohnya wajah atau tangan, sangat jarang terjadi pada anal.
  5. Melanoma maligna : dari kulit anal terkandung perkembangan sel melanin sehingga terjadinya tumor, hanya sekitar 1% sampai 2% kanker anal adalah melanoma.
Gejala apa yang tampak pada kanker anal?
  1. Pendarahan Anorectal
  2. Timbul rasa tidak nyaman dan sering gatal pada anal
  3. Disekitar anal ada benjolan kecil dengan pertumbuhan yang lambat
  4. Perubahaan kebiasaan buang air besar, faeces berubah lebih kecil
  5. Sekitar anal atau kelenjar getah bening bagian paha mengalami pembengkakan
  6. Bagian anal timbul sedikit rasa sakit,
  7. Sampai saatnya tumor mengalami invasi ke saluran anus atau sfingter rasa sakit yang timbul semakin terasa.
Apa saja metode pemeriksaan kanker anal ?
  1. pemeriksaan rutin : pemeriksaan visual anal dan DRE atau pemeriksaan tubuh rutin seperti : pemeriksaan faeces, pemeriksaan anus, colonoscopy dan pemeriksaan lainnya
  2. pemeriksaan endoskopi anal: sebelum melakukan pemeriksaan endoskopi anal lakukan terlebih dahulu pemeriksaan visul dan DRE, dokter melumuri pelumas pada anoscopy kemudian dengan lembut dimasukkan ke dalam anal dan rektum, dengan begitu dapat memeriksa bagian dalam anal apakah ada benjolan.
  3. Pemeriksaan PET/CT : dengan melakukan pemeriksaan PET/CT dapat diketahui stadium dari kanker anal tersebut dan juga dapat diketahui apakah ada fenomena metastase kelenjar getah bening sampai ke organ lainnya.
  4. Biopsi : Dokter menggunakan jarum, pisau kecil atau pinset untuk mengambil satu piece tumor kemudian dengan menggunakan mikroskop ahli patologi memeriksa apakah terdapat indikasi kanker. Biopsi terdiri dari : biopsi aspirasi jarum halus dan biopsi sentinel kelanjar getah bening.
Apa saja metode pengobatan tradisional kanker anal ?
  1. Pembedahan : menurut posisi tumor, memastikan apakah ada invasi tumor pada otot sfingter dan apakah ada metastase kelenjar getah bening pada pangkal paha sehingga baru dapat dilakukan pembedahan, terapi pembedahan ini meliputi : reseksi perineal abdominal dan reseksi parsial.
  2. Radiasi : dengan melihat berdasarkan kondisi keseluruhan tubuh pasien dan kondisi lokal dari tumor atau kanker dapat diaplikasikan metode radiasi. Teknik radiasi dapat digabungkan dengan tindakan operasi, sebelum dilakukan operasi terlebih dahulu dilakukan penyinaran dapat meningkatkan operasi reseksi, melakukan radiasi setelah operasi bisa meminimalisir kekambuhan kanker anal.
  3. Kemoterapi : metode pengobatan dengan memberikan obat oral kepada pasien terkadang juga harus dengan injeksi ke pembuluh darah ataupun otot. Biasanya digunakan bersamaan dengan operasi dan radioterapi dapat mengurangi kambuhnya kanker anal.
Apa saja perawatan untuk Kanker anal ?
  1. Pasien kanker anal aktif berkerjasama dalam pengobatan dengan dokter
  2. Pasien kanker anal wajib mejaga kebiasaan hidup yang baik
  3. Pasien kanker anal wajib berhenti merokok, tidak makan makanan yang pedas
  4. Pasien kanker anal dianjurkan untuk mengkonsumsi lebih banyak sayur – sayuran dan buah – buahan
  5. Keluarga setiap saat berikan perhatian dan dukungan kepada pasien kanker anal
  6. Hindari sikap negative, depresi dan pesimis
Kanker Anal

Cara pengobatan paling baik kanker anal

Dengan adanya dokter bedah onkologi, ahli patologi, ahli radiasi onkologi, para ahli tumor minimal invasive dan para suster bagi perawatan onkologi, berdasarkan kondisi dan gejala penyakit pasien para ahli dapat membuat skema pengobatan yang tepat sehingga dapat meningkatkan hasil pengobatan itu sendiri.

Terapi khusus pengobatan kanker anal dengan tradisional china

Metode pengobatan tradisional China memerlukan keseimbangan secara keseluruhan, pemusatan anti kanker, meningkatkan energy imun tubuh dan efek lainnya. Modern Cancer Hospital Guangzhou memiliki pengobatan tradisional China dan dapat digabungkan dengan teknik pengobatan kanker lainya, menggabungkan teknik pengobatan China dan Pengobatan barat menjadi satu sehingga dapat meningkatkan hasil pengobatan efektif.

Dukungan apa saja yang bisa didapat?

Para ahli kanker Modern Cancer Hospital Guangzhou dengan menggabungkan berbagai disiplin ilmu, menggunakan teknik pengobatan kombinasi, dan membentuk tim medis kecil untuk mengembangkan program perawatan yang komprehensif bagi pasien kanker dubur.

Penggunaan terapi JieRu (intervensi non-bedah) dengan melakukan sayatan sebesar 1-2 mm pada tubuh pasien di bawah bimbingan perangkat pencitraan medis lalu dilakukan penusukan, dan kemudian dengan kateter khusus, kawat panduan, dan instrumen presisi lainnya dimasukkan ke dalam tubuh manusia, terhadap lesi dilakukan diagnosis, atau pada saat pengambilan sampel jaringan dilakukan embolisasi arteri dan dimasukkan obat untuk pengobatan kanker dubur.

Kemudian teknik tesebut dikombinasikan dengan terapi gen target agar dapat dengan dilakukan pengobatan kanker dubur di daerah asal penyakit dengan lebih akurat, dan juga ditambahkan dengan terapi imunisasi biologi untuk meningkatkan kekebalan tubuh pasien.

Dengan menggabungkan berbagai keuntungan dari teknik pengobatan minimal invasif, maka dapat terhindar dari berbagai efek samping kemoterapi konvensional, teknik pengobatan yang lebih komprehensif ini lebih efektif dalam pengobatan kanker dubur. Selain itu, pihak rumah sakit juga menyediakan kamar pasien yang nyaman , makanan yang bergizi, sehingga dapat membantu pasien untuk memulihkan kesehatannya.

Modern Cancer Hospital Guangzhou China mendirikan kantor perwakilan di Vietnam, Indonesia, Filipina, Kamboja, Thailand dan negara-negara lainnya, setiap tahunnya pasien yang dirujuk dari kantor perwakilan dan pasien kanker yang telah menerima pengobatan telah tersebar di seluruh penjuru dunia.

Modern Cancer Hospital Guangzhou selain tidak akan menambah beban pasien, di satu sisi juga memberikan pasien dengan berbagai layanan medis yang simpatik, di samping itu juga meningkatkan efisiensi dan teknik pengobatan. Terdapat beragam cara untuk berkomunikasi antara tenaga medis dan pasien yaitu melalui konsultasi online , e-mail,telepon , serta tatap muka secara langsung. Hal ini dimaksudkan untuk menyediakan layanan konsultasi bagi pasien secara luas, serta untuk membantu pasien melawan kanker.

Gejala Kanker Anal

Kanker anal adalah tumor ganas yang berasal dari sel-sel dalam anus, dan penyebabnya untuk saat ini masih tidak jelas. Namun dalam penelitian ada beberapa faktor dapat dibuktikan berkaitan dengan kanker anal, antara lain: human papillomavirus (HPV), aktivitas seksual, merokok, infeksi HIV dan faktor lainnya .

Ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou menunjukkan bahwa, meskipun tingkat kejadian kanker anal rendah, tapi masih perlu diberi perhatian. Oleh karena itu, kita perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang kanker anal, sehingga dapat didiagnosis dini.
  1. Pendarahan :terjadi pendarahan pada rektum atau anal dan sesuai dengan perkembangan penyakit semakin memperparah. Jika muncul gejala darah dalam tinja harus rutin melakukan pemeriksaan DRE.
  2. Timbul rasa tidak nyaman dan sering gatal pada anal
  3. Benjolan :Disekitar anal ada benjolan kecil ,yang pertumbuhan lambat.Keadaan ini dianjurkan untuk melakukan CT scan ,demi memastikan karaterikstik benjolan.
  4. Perubahaan kebiasaan buang air besar :peningkatan frekuensi buang air besar, bentuk feses menjadi lebih kecil dan muncul perasaan BAB tidak lancar.
  5. Pembesaran kelenjar getah bening : kelenjar getah bening sekitar anal atau bagian paha mengalami pembesaran.Dianjurkan CT scan untuk memeriksa apakah ada terjadi metastasis.
  6. Nyeri :Bagian anal timbul sedikit rasa sakit, Ketika tumor invasi ke dalam saluran anal atau sfingter, rasa nyeri meningkat.
Ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou mengingatkan : Jika anda melihat gejala yang menyerupai gejala kanker anal, hendaklah secepatnya diperiksa dan diobati ke rumah sakit yang professional.
Terapi Kanker Anal

Jenis Kanker Anal

Berdasarkan letak terjadinya kanker dapat diklasifikasikan menjadi karsinoma in situ, karsinoma sel skuamosa, adenokarsinoma, karsinoma sel basal, melanoma ganas, dan tumor stroma gastrointestinal
  1. Karsinoma In Situ : ada sel-sel tidak normal tampak di beberapa lapisan sel anal, seperti sel kanker.
  2. Karsinoma sel skuamosa (SCC): tumor berasal dari tepi anal dan sebagian besar lagi dari dalam saluran anal sel skuamosa
  3. Adenokarsinoma : berasal dari kelenjar dalam mukosa anal yang berfungsi melepaskan sekresi , dan bisa juga berasal dari Kelenjar top Pulp (sejenis kelenjar kulit pada bagian perianal yang berfungsi mensekresikan keringat )
  4. Basal Cell Carcinoma : terjadi pada kulit perianal atau bagian kulit yang sering tersinar matahari, contohnya wajah atau tangan,umumnya jarang terjadi pada anal.
  5. Melanoma maligna : tumor yang berasal dari perkembangan sel melanin yang terkandung dalam kulit anal, hanya sekitar 1% - 2% kanker anal adalah melanoma maligna.
Pengobatan Kanker Dubur/Anal

Kanker anus, wasir, luka pada anus, dan penyakit sejenis lainnya memiliki gejala yang mirip, lebih dari setengah dari jumlah penderita kanker anus melakukan pemeriksaan karena terdapat darah pada tinjanya. selain itu, gatal, benjolan, perubahan siklus buang air besar dan lain-lain bisa merupakan gejala dari kanker anus, tetapi gejala-gejala tersebut sangatlah ringan dan mudah terabaikan. Karena itu, jika anda mengalami gejala apapun dari kanker anus, segeralah melakukan pemeriksaan.

Metode Operasi

Metode operasi adalah metode utama dari pengobatan kanker anus. Menggunakan metode operasi yang berbeda-beda berdasarkan letak, jangkauan, dan tahap penyebaran tumor. Pada prinsipnya terdapat penyebaran pada kelenjar getah bening padan pangkal paha, dan harus dilakukan pemotongan pada saat dilakukan operasi. Metode operasi ini termasuk : Reseksi parsial dan reseksi perineal abdomen.

Metode Radioterapi

Radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi (seperti sinar X) yang dapat membunuh sel kanker, dan memperkecil tumor. Sel karsinoma skuamosa pada anus dan sel karsinoma basal sangat sensitif terhadap radiasi, dan sering dipadukan dengan metode kemoterapi. Selain itu, metode radioterapi juga dapat dipadukan dengan metode operasi, penggunaan radioterapi sebelum operasi dapat meningkatkan tingkat reseksi, dan penggunaan radioterapi setelah operasi dapat mengurangi kekambuhan pada kanker anus.

Metode Kemoterapi

Kemoterapi, menggunakan injeksi atau obat minum, yang menyalurkan obat ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah, mengontrol tumor, dan membunuh sel kanker. Perpaduan radioterapi dan kemoterapi telah terbukti lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan metode secara tunggal, jadi biasanya radioterapi dan kemoterapi akan digunakan secara bersamaan.

Metode Pengobatan China

Penggunaan metode ini dalam pengobatan kanker anus, tidak membunuh sel kanker secara langsung, tetapi melalui pengontrolan sistem kekebalan tubuh pasien, meningkatkan daya tahan tubuh hingga dapat mengontrol dan memusnahkan sel kanker. Efek sampingnya kecil, penggunaannya cenderung lama, dan dapat digunakan untuk jangka waktu panjang. Selain itu, Modern Cancer Hospital Guangzhou menggunakan metode yang menggabungkan pengobatan Timur dan Barat, memadukan kelebihan masing-masing pengobatan, meningkatkan efektifitas pengobatan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Metode Intervensi

Penggunaan metode intervensi dalam pediagnosaan dan pengobatan kaker anus sangat sering dijumpai, digunakan pada pasien yang tidak bersedia menjalani operasi, melalui embolisasi dan perfusi dapat mengontrol pertumbuhan dan penyebaran tumor, yang pada akhirnya menyebabkan tumor itu mati kelaparan. Metide ini memiliki kelebihan tidak ada pembedahan, luka yang disebabkan kecil, pemulihannya cepat, dan sangat efektif.

Ahli dari Modern Cancer Hospital Guangzhou menghimbau : Setelah menjalani pengobatan kanker anus, peliharalah pola makan yang baik. Pada saat seperti ini, anda akan menemukan, dengan melakukan perubahan kecil pada pola makan, akan membawa banyak manfaat. Misalnya, dengan banyak mengkonsumsi sayur dan buah-buahan, mengurangi asupan lemak dan daging-dagingan, berhenti mengkonsumsi alkohol, dan lain-lain, dapat membuat anda menjadi lebih sehat, dan berenergi.

Sumber Informasi: asiancancer.com

Tampilkan Komentar

Latest Reviews